Akulah pohon itu yang tumbuh kekar di halaman rumahmu. akulah yang lebih dulu ada di sana sebelum kau. yang menyaksikanmu datang di ujung jalan. tanpa sebuah perjanjian begitu saja kita terlibat dalam kesenangan dan kesengsaraan. Aku bisa meneduhkanmu ketika panas bumi tidak bisa lagi perkirakan, atau mengikis rumahmu dari dera hujan, juga sangat mungkin menghadiahmu buah dan bunga pada musimnya. tapi aku juga bisa sangat merepotkanmu. daun tuaku yang berguguran terbang sembarang di latar rumah. dan yang juga mungkin, dahan-dahanku yang kian kokoh justru mendatangkan musibah. merobohkan atap rumahmu.
tapi memang begitulah, kau juga bisa pergi sebagaimana kau datang dulu. tidak akan ada yang menangis di antara kita, sebab kita tidak terlibat dalam hubungan apapun, seperti hubungan yang diciptakan manusia-manusia yang sepi; sahabat, kawan, pacar, selingkuhan, suami, istri, anak. teman lama, kawan baru. teman face book, teman blog, mantan bos, mantan pacar, mantan kamar, dan hubungan hubungan lain. aku tidak tahan repotnya. sering sekali kau mengeluhkan varian hubunganmu dengan manusia lain di bawah rimbunku.
meskipun aku tidak akan terlibat pada hubungan-hubungan macam itu denganmu. dan sekalipun hubungan itu ada, aku memilih tidak akan mempercayainya. namun aku akan tetap percaya pada sikap baik dan kasih sayang. untuk semua makhluk, di banyak hal dan kemungkinan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar