Dua belas digit nomor di lempar dari udara
Lima diantaranya tak berbilang sama
Suatu hari menggetarkan layar
Seperti ranjang pengantin yang mulai terusik dengan kelambu
Dan sapa-sapa menguap dari bibir angka
Rayu nyaris seperti doa
Janji tersulur membentuk simpul. Mengikat.
Suara dari satuan krikil membangun arca
Memahat rindu yang gagal dilebur gada
Kupasrahkan padamu, pada nol, satu, dua dan selanjutnya
Kasih seluas kosong
Duka berbilang ganda
Segala hilir dan liku
berkubang dalam kotak seratus senti meter
Tertanda dua belas dijit nomor mengemuka.
aku remuk
tertindiih tuts… tuts…tus…
angka-angka berpencar lagi meraba layar
berpendar di jutaan layar yang menyala.
Ciputat, 12 agustus 2010 06.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar