Ada apa dengan ciuman

Apa jadinya ciuman tanpa imajinasi, seperti bibir yang bertumpu pada benda kenyal tapi tanpa ruh! Rasa dan daya hayal harus bersinergi untuk menciptakan moment yang kemudian kita sebut indah.

Seseorang pernah bercerita sebuah ciuman akan lebih bernuansa cinta dari pada berhubungan intim. Seperti semburat jingga yang lembut di kaki langit, seperti fla pada kue? Ah, masa. Lebay deh! Bukankan cinta adalah ketertarikan, keterkaguman dan keterpesonaan yang menuntut sebuah prilaku seks? Ciuman semacam itu apa bisa kalau ndak nafsu! Dari hasrat yang mana ciuman dalam hal ini? Oh, what ever!

Dan hari ini ada yang bilang sebuah ciuman bisa mengusir rasa sepi? Seperti seorang sahabat yang punya kebiasaan menepuk bahu dengan alasan agar bersinergi? Mungkin. Sangat mungkin.Di dalam daging manusia, pada suhu tertentu dan pada kondisi tertentu, tersimpan energi yang tidak bisa diperkirakan rupa, kadar dan fungsinya yang bisa tersalur satu sama lain melalui pertemuan kulit. sehingga bisa saja sepi yang sudah menjadi tabiat manusia dengan sendirinya akan merasa “terlengkapi”

Dan ada satu kawan lagi yang memutuskan untuk tidak berciuman, karena ketika kekasihnya mencium disitu ia tahu dan merasa bahwa dia dan kekasihnya ternyata tidak saling mencintai. Oh....

0 komentar:

Posting Komentar

Network

Komunitas Blogger UIN Jakarta