Senja melorot ke dahan dahan seperti rambut itu jatuh di pundakmu
Kau duduk di sandera pikiran.
Tapi kekosongan hanya bisa di tikam dengan diam
Segala yang terus bergerak
Hanya akan membuatmu bertanya
Kemana bunyi itu pergi
Dan kita tahu. Kesunyian labih purba dari manusianya
Lalu
Kita mesti lagi bersabar
Bahwa sepi semakin beranak pinak
Sementara hati masih terus dibuatnya bergetar!
Ciputat, 17 agustus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar