Jika kau tanda,
Apa makna pertanyaan
Jika kau arah
Apakah kosong tetap bisa menuju
Jika kau akhir
Benarkah keputusan tidak pernah dibutuhkan
Di dadaku,
Segala-galanya berhenti mengalir,
menggunduk dan berkarang
Di kepalaku,
Segala-galanya menikam
Cahaya menikam cahaya
Budi menikam budi
remuk dalam taqdirnya yang agung
Mungkin,
kita hanya butuh secangkir kopi
Hanya butuh mesra
Hanya butuh mimpi
Hanya butuh harapan
Maka Biar ku padati kepekatannya dengan bibirku, bibirmu
Kita tabur benih, tabur basah,
Kita menabur detak
Sebab mungkin saja
Tanda mengabaikan kita.
Jakarta, 07 mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar