ada selalu yang ingin kamu bisa enyahkan: seperti cemburu yang tidak ada hubungannya dengan cinta, cerita-cerita dari suara orang mati, tentang nasib dan perjumpaan yang musykil juga debat kusir nilai-nilai. LALU KAMU PUNYA BEBERAPA BUKU BAGUS UNTUK MEMBUNUHNYA namun, seperti mengibas asap sementara menggemukan api, seolah perasaan-perasaan itu akan tertampik oleh perkelahian makna yang mengucur deras dari jari - jari para penyair. lalu kau lupa, kenyataan, apapun itu hanya datang dari yang Tunggal. maka setelah lembar demi lembar hurup-hurup itu kau rasuki atau dia yang merasukimu, kau tidak pergi kemana-mana, kesimpulanmu tidak jatuh dimana-mana. tetap disitu sebab para penyair seolah bersekutu dengan sejarahmu. menangkap kisahmu. kau tertawan lagi.
ah, menurutku biar saja, kebenaran sedang menjelajahi dirinya sendiri melalui kau dan dia, atau mau nonton spongebob aja? he he he toh dia juga kisahmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar