Dosa

Keinginanku yang tertinggi adalah keinginan yang justru paling sederhana yang pernah diinginkan makhluk hidup adalah BERGERAK. Dan suatu hari kau datang memberikan penghargaan tertinggi padaku menyadarkan aku tentang gairah hidup, rasa kekurangan dan hasrat yang besar tapi lalu kau kembali tidak ada. Hari setelahnya tidak ada yang berubah. Aku tetap ada pada jalanku yang sederhana :berjalan, membaca, berlatih teater, bernyanyi di kamar mandi, berdoa. Aku aku merasakan fikiranku diam ternyata tidak sepenuhnya aku tetap hidup dan membayangkan hal-hal yang indah.

Namun pada dasarnya aku adalah seseorang yang bermimpi dan berhasrat besar, sering sekali aku melakukan hal naif dan melampaui batas. Tapi kemudian aku selalu tertarik untuk berfikir tentang gagasan dosa. Semua yang dilakukan diluar kendali hanya akan menimbulkan rasa sakit, pada tubuh dan hati manapun. Bukankah melukai adalah hakikat dosa? Aku sering memintakan ampun. Dengan meminta kematian. Untuk apa? Entahlah, bahkan aku sendiri ragu apakah lantaran rasa bersalah pada tuhan? Minta maaf saja, tidak untuk apa-apa. Sebab aku juga bukan manusia saleh yang bisa mengikis dosa dengan zikir dan puasa.

Tapi sampai saat ini aku masih diberinya hidup bahkan masih bisa memikirkanmu. Aku tidak juga diberinya mati. Apakah tuhan sayang padaku? Ah, aku sendiri tidak tahu apakah klehidupan yang sedang ku jalani sedang menuju kebaikan? (seharusnya itu kesimpulannya jika kau berkesadaran tuhan) atau justru kehidupan inilah hukuman mati itu.

22 September 2010 14.35

0 komentar:

Posting Komentar

Network

Komunitas Blogger UIN Jakarta