Pertemuan

Kita tidak pernah bersentuhan kulit dan daging. Dan gambar yang kau krim sungguh tidak menjelaskan sesuatu yang hidup dari tulang dan darah. Tapi aku percaya kau kau lebih dari itu, semacam kekuatan luar biasa yang membawaku pada pengalaman suka dan duka cita yang rumit. Kau adalah kasih sayang itu, kau adalah kesunyian itu.

Aku ingin menciummu tapi aku ragu adakah bibir bagimu,aku ingin bersandar namun apakah kau berbahu? Belum sampai pada semuanya kau mengubah sebatangkaraku menjadi kehidupan yang rimbun dan bercabang. Lengkap.

Disini, kadang juga kekuatan ini juga mencapai satu pengertian yang berbahaya. Setelah aku sadar betul-betul tidak ada kau, hadirlah sepi yang lebih hebat dari kematian.

21 September 2010. 01.37

0 komentar:

Posting Komentar

Network

Komunitas Blogger UIN Jakarta