Ada perempuan yang suka tidur di bawah hujan seolah jentik jentik basah yang menerjang tubuhnya adalah ciuman dari kekasihnya yang tak pernah pulang. Ia suka berbinar menghadapi kabut, hanya ada langit yang tabah melahap derita yang terbit dari matanya. Ia berdoa unutuk kebahagiaan sementara kulitnya aus karena rindu dan dingin. Hanya itu
Dan saban petang ia kembali sekedar memastikan bahwa tuhan tidak ingkar. Lalu senja akan hilang. Malam naik ke langit. Doa ia sudahi, bintang sudah menungunya unutuk menari. Ia menari, begitu cara ia bekerja. Lalu ia akan mengerti bahwa rindunya pada keindahan seabadi tiada.
22 september 2010 11.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar