Dialah, mungkin bukan sekedar hujan.
angin membuka mega. dicumbunya tanah merekah
melunasi perjanjian dalam sebuah riwayat selembar nafas: KELAHIRAN dan KEMATIAN
namun dimana jatuh baning?
merampas tua sementara membujuk telur meluka cangkang, katanya itu biasa
seperti biasa hembus dan hirup pada jantung
tapi sakit dari yang tidak mati-mati
was-was dan sia-sia dalam mampu
kekal ia melembihi lega dalam hela panjang
tapi,
hujanlah
gemuruhlah
bahlah
bangun kesedihan itu lagi atau apapun yang tidak menyudahi sesak
sebab mungkin,
di situlah kala bayi-bayi berjanji dalam rahim
tuhan mau kita menghirupnya dalam
hu...
habis kita!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar