0 komentar

Ibu menelpon

ibu memekik di ujung telphon, dalam jeda shalat ia panggil anak gadisnya yang malang dan cilaka
"jalan sebaiknya selalu menuju tuhan, nak. pulang, dan menikahlah dengan laki-laki saleh"
anak diam, lukanya basah lantaran suara itu datang dari rongga rahim. tapi kaki-kakinya yang patah menahun tak akan mengerti
ia tetap menjajaki sunyi
tidak peduli,
apakah menuju tuhan atau pulang  kepada kerumitan tubuhnya sendiri.

Network

Komunitas Blogger UIN Jakarta