ibu memekik di ujung telphon, dalam jeda shalat ia panggil anak gadisnya yang malang dan cilaka
"jalan sebaiknya selalu menuju tuhan, nak. pulang, dan menikahlah dengan laki-laki saleh"
anak diam, lukanya basah lantaran suara itu datang dari rongga rahim. tapi kaki-kakinya yang patah menahun tak akan mengerti
ia tetap menjajaki sunyi
tidak peduli,
apakah menuju tuhan atau pulang kepada kerumitan tubuhnya sendiri.
"jalan sebaiknya selalu menuju tuhan, nak. pulang, dan menikahlah dengan laki-laki saleh"
anak diam, lukanya basah lantaran suara itu datang dari rongga rahim. tapi kaki-kakinya yang patah menahun tak akan mengerti
ia tetap menjajaki sunyi
tidak peduli,
apakah menuju tuhan atau pulang kepada kerumitan tubuhnya sendiri.

