ibu memekik di ujung telphon, dalam jeda shalat ia panggil anak gadisnya yang malang dan cilaka
"jalan sebaiknya selalu menuju tuhan, nak. pulang, dan menikahlah dengan laki-laki saleh"
anak diam, lukanya basah lantaran suara itu datang dari rongga rahim. tapi kaki-kakinya yang patah menahun tak akan mengerti
ia tetap menjajaki sunyi
tidak peduli,
apakah menuju tuhan atau pulang kepada kerumitan tubuhnya sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar